Oleh: politealink | 6 Maret 2010

Pengertian dan Unsur Terbentuknya Negara

Pengertian dan Unsur Terbentuknya Bangsa

Seiring dengan kebutuhan yang semakin kompleks maka menuntut masyarakat yang satu bekerja sama dengan manusia yang lain. Hal inilah yang melatarbelakangi terbentuknya bangsa.

Istilah bangsa berasal dari bahasa Inggris yaitu nation dan bahasa latin nation yang artinya sesuatu telah lahir. Nation dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai bangsa. Pengertian bangsa selanjutnya mengalami perkembangan, yaitu bangsa dalam arti sosiologis-antropologis dan bangsa dalam arti politis.

  1. 1. Bangsa dalam arti sosiologis – antropologis

Bangsa adalah persekutuan hidup yang berdiri sendiri dan masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut terikat oleh satu kesatuan ras, bangsa, agama, dan adat-istiadat. Persekutuan hidup artinya perkumpulan orang-orang yang saling membutuhkan dan bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama dalam suatu wilayah tertentu. Bangsa dalam arti sosiologis-antropologis diikat oleh ikatan-ikatan, seperti kesatuan ras, tradisi, sejarah, adat-istiadat, bahasa, agama, dan daerah. Adanya ikatan seperti itulah, yang dapat digunakan untuk membedakan suku bangsa yang satu dengan  suku bangsa yang lain. Misalnya suku Jawa berbeda dengan suku Batak, suku Sunda berbeda dengan suku Asmat, dan sebagainya.

Dalam suatu negara, dapat terdiri atas berbagai suku bangsa, misalnya Amerika Serikat terdiri atas bangsa Negro, Indian, Yahudi, dan sebagainya. Indonesia juga terdiri atas berbagai suku bangsa, seperti suku bangsa Cina, Tionghoa, Arab, dan sebagainya.

Faktor-faktor pendorong terbentuknya bangsa secara umum, antara lain:

  1. Pertalian darah, suku, bahasa, dan adat-istiadat.
  2. Persamaan sejarah, penderitaan, dan nasib di masa lalu.
  3. Pemerintahan yang sama.
  4. Ideologi yang sama.
  5. Bahasa nasional
  6. Cita-cita dan tujuan yang sama.
  1. 2. Bangsa dalam arti politis

Bangsa dalam pengertian politis adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi ke luar dan ke dalam. Dengan demikian bangsa dalam arti politis adalah bangsa yang sudah bernegara dan mengakui serta tunduk pada kekuasaan dari negara yang bersangkutan. Setelah mereka bernegara terciptalah bangsa.

Bangsa dalam arti politis diikat oleh suatu organisasi kekuasaan / politik, yaitu negara beserta pemerintahannya. Mereka diikat oleh satu kesatuan wilayah nasional, hukum dan peraturan-perundangan yang berlaku.

Selain itu, sebuah bangsa  dalam arti politis perlu menciptakan ikatan-ikatan baru sebagai alat pemersatu bangsa. Seperti halnya Indonesia yang memiliki alat pemersatu sebagai berikut:

  1. Bahasa nasional, bahasa Indonesia.
  2. Bendera negara, Sang Merah putih.
  3. Lagu kebangsaan, Indonesia Raya.
  4. Semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika.
  5. Ideologi dan dasar negara, Pancasila.
  6. Konstitusi / hukum dasar, UUD 1945.

Pengertian Bangsa menurut para ahli

  1. Suryono Sukanto

Bangsa adalah unit yang mandiri yang ditandai adanya kelompok territorial dengan hak kewarganegaraan yang sama dan memiliki karakteristik yang sama.

  1. Ernest Renan

Bangsa adalah sekelompok manusia yang dipersatukan karena memiliki persamaan sejarah dan cita-cita yang sama, suatu bansa juga harus terikat oleh tanah air yang sama.

  1. Otto Bauer

Bangsa adalah kelompok manusia yang mempunyai persamaan karakter yang tumbuh karena persamaan nasib.

  1. F. Ratzel

Bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya hasrat kesatuan antara manusia dan tempat tinggalnya.

  1. Hans Kohn

Bangsa adalah buah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah. Suatu bangsa merupakan golongan yang beraneka ragam dan tidak bisa dirumuskan secara eksak. Kebanyakan bangsa memiliki faktor-faktor objek tertentu yang membedakannya dengan bangsa lain. Faktor itu berupa persamaan adat istiadat, kesamaan politik, perasaan, dan agama.

  1. Stalin

Bangsa adalah kesatuan umat manusia yang terbentuk secara historis (sejarah).

  1. Jalopsen dan Lipman

Bangsa adalah kesatuan budaya (cultural unity)dan kesatuan politik (political unity). Faktor objektif yang menandai suatu bangsa adalah adanya kehendak atau kemauan bersama yang lebih dikenal dengan istilah nasionalisme.

Unsur-unsur bangsa

Menurut Friederich Hertz, setiap bangsa mempunyai 4 unsur :

  1. Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional yang terdiri atas kesatuan sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan, komunikasi, dan solidaritas.
  2. Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional sepenuhnya, yaitu bebas dari dominasi dan campur tangan bangsa asing terhadap urusan dalam negerinya.
  3. Keinginan dalam kemandirian, keunggulan, individualitas, atau kekhasan.
  4. Keinginan untuk menonjol di antara bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan, pengaruh dan prestise.

Pengertian dan  Unsur Negara

Pengertian negara

Pengertian negara sama dengan pengertian bangsa dalam arti politis, karena negara merupakan organisasi kekuasaan politik yang dapat memaksakan kekuasaan tersebut secara sah (legal) pada semua orang yang ada di wilayahnya.

Istilah negara berasal dari bahasa Sansekerta yaitu nagari atau nagara yang berarti kota.

Sedangkan istilah negara yang dipakai dalam ilmu kenegaraan merupakan terjemahan dari istilah-istilah state (Inggris), destaat (Belanda), l’etat (Perancis) atau lostato (Nicollo Machiavelli). Istilah ini telah dikenal sejak abad ke-15 yang dianggap sebagai terjemahan dari istilah latin klasik “status” yang mengandung arti keadaan tetap dan tegak atau sesuatu yang memiliki sifat tetap dan tegak.

Adapun pengertian negara dari para pakar, antara lain sebagai berikut :

  1. George Jellinek

Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu.

  1. Hegel

Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal.

  1. R. Joko Soetono

Negara adalah organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah pemerintahan yang sama.

  1. Roger H. Soltau

Negara adalah organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama.

  1. Mr. Soenarko

Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai kedaulatan.

  1. Harold J. Laski

Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu.

  1. Max Weber

Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah.

  1. Mac Iver

Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa.

  1. Hugo de Groot (Grotius)

Negara merupakan ikatan-ikatan manusia yang insaf akan arti dan panggilan hukum kodrat.

  1. Aristoteles

Negara (politis) adalah persekutuan dari keluarga dan desa untuk mencapai kehidupan yang sebaik-baiknya.

  1. Jean Bodin

Negara adalah suatu persekutuan dari keluarga-keluarga dengan segala kepentingannya yang dipimpin oleh akal dari suatu kekuasaan yang berdaulat.

  1. Hans Kelsen

Negara adalah suatu susunan pergaulan hidup bersama dengan tata paksa.

  1. Kranenberg

Negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan oleh sekelompok manusia yang disebut bangsa.

Unsur Unsur Negara

  1. 1. Unsur konstitutif atau unsur pokok
    1. a. Rakyat

Rakyat adalah semua orang yang berada dan berdiam dalam wilayah negara tertentu.

Rakyat dalam suatu negara meliputi :

(1)       Penduduk, bukan penduduk

(2)       Warga negara, bukan warga negara

  1. b. Wilayah

Wilayah negara adalah tempat/ruang yang menunjukkan batas-batas dimana negara itu sungguh-sungguh dapat melaksanakan kekuasaannya.  Sehingga menjadi tempat berlindung bagi rakyat sekaligus sebagai tempat bagi pemerintah untuk mengorganisir dan menyelenggarakan pemerintahan.

Wilayah suatu negara terdiri dari:

(1) Wilayah darat

Bentuk perbatasan wilayah daratan, antara lain sebagai berikut :

a)    Perbatasan buatan manusia, seperti tembok (great wall), patok besi, dan lain lain.

b)    Batas alam, seperti gunung, hutan, sungai, dan lain-lain.

c)     Batas geofisika, yang berupa garis lintang dan bujur.

(2) Wilayah laut

Wilayah laut suatu negara disebut laut teritorial sedangkan laut yang berada di luar laut territorial disebut laut bebas / laut internasional atau more liberum.

Dua konsepsi yang pernah muncul berkaitan dengan peguasaan wilayah lautan :

a) Res Nullius

Pandangan yang menyatakan bahwa laut dapat diambil dan dimiliki oleh masing-masing negara (John Sheldon dari Inggris dalam bukunya More Clausum)

b) Res Communis

Pandangan yang beranggapan bahwa laut itu milik bersama atau milik masyarakat dunia, sehingga tidak dapat diambil dan dimiliki oleh masing-masing negara (Hugo de Groot/ Grotius dalam bukunya More Liberum, Gotius mendapatkan julukan Bapak Hukum Internasional).

(3) Wilayah udara

Wilayah udara suatu negara meliputi wilayah di atas daratan dan lautan negara yang bersangkutan. Wilayah kedaulatan udara Indonesia menurut UU No. 20/1982 setinggi 35,761 km termasuk orbit geostasioner.

Beberapa pendapat mengenai wilayah kedaulatan udara :

a) Lee : wilayah udara territorial suatu negara adalah jarak tembak meriam yang dipasang di daratan.

b) Van Holzen Darf : wilayah udara suatu negara adalah 1000m di atas permukaan bumi tertinggi.

c) Henrich’s : wilayah udara suatu negara setinggi 196 mil.

(4) Wilayah ekstra teritorial

Wilayah ekstra teritorial adalah wilayah tempat berlakunya kekuasaan sebuah negara di luar batas-batas wilayah teritorial.

Contoh wilayah ekstra teritorial :

a)    Kapal laut di luar laut teritorial di bawah bendera suatu negara.

b)    Wilayah tempat bekerjanya badan perwakilan sebuah negara.

  1. c. Pemerintah yang berdaulat

(1)   Pemerintah dalam arti sempit yaitu suatu badan yang mempunyai wewenang melaksanakan kebijakan negara yang terdiri atas Presiden, Wakil presiden, dan para menteri.

(2)   Pemerintahan dalam arti luas yaitu gabungan semua badan kenegaraan yang berkuasa dan memerintah di wilayah suatu negara.

  1. 2. Unsur deklaratif atau unsur tambahan

Unsur tambahan untuk berdirinya suatu negara berupa pengakuan dari negara lain yaitu pengekuan de facto (secara nyata)dan pengakuan de jure (secara hukum).

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: